Posts Tagged 'pola pikir'

Manusia Berpikir dan Mencipta

Dua batang pohon mungkin tampak serupa dan sukar dibedakan. Setelah berbuah, kita baru dapat mengenali pohon-pohon itu. Misalnya, suatu pohon rambutan kita ketahui pohon rambutan ace setelah kita makan buahnya. Buah merupakan jati diri dan menjadi tujuan dari proses pertumbuhan pohon tersebut. Seperti kata mutiara yang berbunyi, pohon dikenal dari buahnya. Begitu juga halnya dengan bunga, telur, dan khasiat tiap makhluk atau zat lainnya. Dua buah tabung, yang satu berisi nitrogen dan yang lain berisi oksigen, tidak dapat dibedakan dari rupanya karena kedua tabung tersebut tampak serupa, tetapi yang membedakannya adalah dari khasiat yang diberikannya.

Bagaimana halnya dengan manusia? Berlakukah kata mutiara yang berbunyi, pohon dikenal dari buahnya, untuk manusia? Buah atau khasiat apa yang dihasilkan oleh manusia yang menunjukkan bahwa dia adalah manusia?

Lanjutkan membaca ‘Manusia Berpikir dan Mencipta’

Syukur Nikmat: Membentuk Pola Pikir Terbuka

—-|Oleh: Rahmat*)

Nikmat Alloh, jika dihitung tidak akan pernah terhitung. Akan tetapi, bukan berarti kita tidak bisa menyebutkan sebagian dari nikmat Alloh tersebut. Kita masih bisa menyebutkan sebagian nikmat-nikmat tersebut alih-alih kita malah melupakan nikmat-nikmat yang sangat banyak tersebut. Sering kali kita malah melupakan nikmat Alloh yang telah kita berikan kepada kita. Salah satunya ialah dengan mengeluh.

“Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).” (QS An Naml:73)

Melupakan nikmat sering terjadi karena kita selalu memikirkan apa yang belum atau tidak kita punya ketimbang memikirkan apa yang belum kita punya. Melupakan nikmat bisa juga terjadi karena kesombongan kita, seolah-olah apa yang kita dapatkan adalah hasil usaha kita semata tanpa pertolongan Alloh. Penyebab selanjutnya ialah bisa saja karena kita kurang mengingat Alloh sehingga kita juga lupa bahwa apa yang kita miliki adalah atas kehendak Alloh.

Melupakan nikmat akan merusak mental kita. Hal yang paling mudah kita rasakan adalah perasaan kita yang tidak enak jika kita mengeluh, atau setidaknya kita tidak memiliki perasaan bahagia. Sebaliknya jika kita bersyukur perasaan kita akan enak dan bahagia karena begitu banyak nikmat yang telah Alloh berikan kepada kita. Perasaan yang enak (feel good) dan perasaan bahagia akan membentuk mental kemenangan bagi kita, kita akan lebih semangat menjalani hidup ini. Bersyukur akan membentuk pola pikir terbuka, sehingga akan terbuka untuk nikmat-nikmat berikutnya.

Bersyukur bukan berarti hanya mengingat nikmat yang telah diberikan kepada kita dan melupakan yang kita inginkan. Bukan, justru bersyukur sebagai sarana untuk menambah nikmat-nikmat selanjutnya, sehingga wajar saat kita bersyukur kita juga berusaha dan berdoa untuk nikmat selanjutnya, bukankah Alloh sendiri yang akan menambah nikmat jika kita bersyukur?

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim:7)

*) Author, Trainer and Motivator
| Membantu Anda Meraih Sukses Dengan Cara yang Indah.
| Dapatkan eBook-ebook Motivasi Islami di sini:

SALAM

decib!
Semoga isinya bermanfaat bagi siapa saja yang berkunjung, dan memanfaatkan isinya.

KATEROGI POST

ARSIP POST

Share

Add to netvibes Subscribe in Bloglines
Add Abula45 | Pusat Informasi Digital to ODEO
Subscribe in podnova
I heart FeedBurner

Komunitas Blog

TopOfBlogs Technology
Bloggerian Top Hits DigNow.net
Indonesian Muslim Blogger
Yuk.Ngeblog.web.id

Statistik

  • 152,240 hits sejak 29 Nov. 2008

Twitter Update

Flickr Photos