Lokomotif Pemberdaya Masyarakat


Dalam upaya memberdayakan masyarakat desa terdapat beberapa faktor yang dapat dijadikan daya tarik. Saya analogikan daya tarik ini sebagai lokomotif. Jika lokomotif tersebut berfungsi dengan baik sesuai perannya, ia akan mampu menarik semua gerbong yang berada dibelakangnya. Nah, apa sajakah faktor yang dapat dijadikan daya tarik (lokomotif) dimaksud?

Lokomotif yang dimaksud adalah:

  • Fokus pembangunan lebih banyak diarahkan ke wilayah pedesaan: Desa merupakan wilayah terkecil dan terbawah dalam struktur pemerintahan. Kunci kemajuan kabupaten, propinsi, dan negara, terletak pada kemajuan desa-desa. Kemakmuran di tingkat desa akan menjadikan masyarakat desa lebih memilih tinggal di desanya daripada urban ke kota. Desa yang makmur akan menjadi tempat hidup dan penghidupan bagi masyarakatnya.
  • Penguatan nilai-nilai kultur budaya dan religi: Kepedulian, kebersamaan, dan saling menyayangi merupakan nilai-nilai yang mesti dipupuk dan dirawat agar tumbuh subur dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat. Jika nilai-nilai tersebut tumbuh subur dalam kehidupan bermasyarakat di tingkat desa, maka akan memberikan kemampuan bagi warga desa untuk bisa menyelesaikan setiap problem kehidupannya secara mandiri.
  • Pelestarian Lingkungan Hidup: Lingkungan hidup merupakan tempat tinggal dan sumber kehidupan yang harus dilestarikan bersama. Lingkungan hidup yang lestari akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam menyelesaikan problematika kehidupan.

Penggiatan kembali (revitalisasi) ketiga faktor di atas, dan menjadikannya sebagai sebuah lokomotif yang berfungsi dengan baik, dapat menarik gerbong-gerbong yang ada dibelakangnya. Gerbong-gerbong tersebut berupa sektor ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, kesehatan, dan lain-lain. Nah, berdasarkan pemikiran tersebut maka upaya-upaya penggiatan kembali ketiga faktor di atas sudah selakyaknya kita dukung, kita sokong, bahkan kalau memungkinkan kita terlibat langsung di dalamnya sesuai kapasitas kita masing-masing.

INFO: Tulisan ini masih bersifat general. Dalam upaya menunjang upaya-upaya pemberdayaan masyarakat desa, saya mengharapkan partisipasi dari para komentator untuk dapat melengkapi tulisan ini agar menjadi lebih lengkap, jelas dan atau spesifik melalui kolom komentar. Apa pun yang Anda tuliskan di kolom komentar, merupakan pelengkap berharga bagi tulisan yang masih mentah ini. Terima kasih dan salam anget selalu.

16 Responses to “Lokomotif Pemberdaya Masyarakat”


  1. 1 WANDI thok 29 Juni 2009 pukul 03:23

    Lokomotifnya tentu pakai “Pertamax” ya mas😀

    • 2 Acha 29 Juni 2009 pukul 13:15

      sepertinya iya.. pak ..😀
      _salam anget_

  2. 3 bocahbancar 29 Juni 2009 pukul 08:11

    HHmm…Yups, menarik sekali Anda menuliskannya, seolah2 Anda sudah banyak makan garam mengenai permasalahan yang timbul ketika menghadapi masyarakat secara langsung…

    Saya rasa Anda bukan orang sembarangan…

    Salam semangat selalu dari Mahasiswa STKS Bandung…
    Semester III(baru akan masuk awal Agustus he he)🙂

    • 4 Acha 29 Juni 2009 pukul 13:18

      wah..wah.. calon pekerja sosial nih..😀
      _salam anget_

  3. 5 Eka Situmorang-Sir 29 Juni 2009 pukul 09:21

    Pak, setiap poin menarik sekali dan masing2 bisa dipecah menjadi satu postingan. saya request khusus poin yg no.2 pak. Saya interest sekali dengan isu2 sosial dan budaya. Bagus sekali pak !

    Acha:
    ide yang brilian mbak..
    requestnya akan sy coba sy penuhi, mudah2an bisa..
    _salam anget_

  4. 6 achoey 29 Juni 2009 pukul 11:50

    salu bro
    saya orang Desa
    sudah saatnya Desaa dibangun
    agar mereka tak melakukan urbanisasi ke kota?
    kasihan jika desa kosong

    Acha:
    betul mas, tp jangan sampe juga pembangunan desa malah mengusir rakyat desa …😀
    _salam anget_

  5. 7 rouftracal 29 Juni 2009 pukul 12:24

    Sebelumnya masyarakat desa, harus terlebih dahulu dibujuk, atau paling tidak diberi pencerahan, bahwa kehidupan desa itu lebih makmur sentausa dari pada kehidupan kota, ini gunanya untuk merangsang untuk hidup didesa, dan menggembagkan desa menjadi sebuah kota untuk hatinya.
    e… kok malah banyak kata, hanya pengen ngobrol ja, udah lama g say Hallo…

    Acha:
    betul sekali mas..
    _salam anget_

  6. 8 guskar 29 Juni 2009 pukul 12:27

    pesantren ada banyak di desa2. pesantren bisa dijadikan loko bg pemberdayaan masyarakat di bidang spirituil dan pembangunan fisik

    Acha:
    betul sekali mas, sinergitas itu telah kami rasakan di desa kami..
    _salam anget_

  7. 9 Kuliah Gratis 29 Juni 2009 pukul 14:05

    Waktunya orang Desa unjung Taring jangan bisanya cuma unjuk gigi doank!

  8. 10 omiyan 29 Juni 2009 pukul 15:05

    Rasanya kondisi dilapangan terkadang ga semudah teori mas, saya melihat kita ambil contoh :

    1. Fokus pembangunan lebih banyak diarahkan ke wilayah pedesaan: sekarang yang harus diperhatikan oleh kita adalah begitu banyaknya calo-calo yang bergentayangan baik dari aparat desa itus endiri maupun pihak lain, karena mereka inilah yang menyebabkan mandegnya pembangunan didesa..maaf maaf aja faktor ambil keuntungan secara singkat menjadi hal yang membuat sulitnya desa berkembang

    2. Penguatan nilai-nilai kultur budaya dan religi: mungkin kitalah sebagai generasi muda yang berperan..dalam hal ini mengajak kaum muda untuk lebih memahami nilai agama…soalnya sekarang makin iris mas..terkadang seruan ulama terkadang jadi bahan ejekan

    3. Pelestarian Lingkungan Hidup: susah untuk menyatukan visi, itus aya rasakan dikomplek pernahs aya posting masalah sampah contoh terkecil ternyata masih banyak yang ingin buang sampah sembarangan sekedar menghemat 12-15 ribu perbulan…ironis…

    tapi tulisan ini bisa menggugah kita agar lebih menjadi penggerak / motor dalam kehidupan dilingkungan masinng-masing

  9. 11 baitul alim 29 Juni 2009 pukul 15:31

    Salam…sobat ada artikel baru, berkunjung….

  10. 12 andipeace 29 Juni 2009 pukul 15:33

    kekayaan alam indonesi, kedamaian indonesia dan kindahan negri kita sebenarnya berada di desa….tanpa sering disadari oleh banyak orang…..
    warga gak boleh kalah sama orang kota….
    soo saya juga orang desa…sidorajo city yang tercabit lumpur.

    salam peace

  11. 13 Hariez 29 Juni 2009 pukul 21:23

    betul sekali kawan..3 poin diatas sangat perlu dukungan penuh dan pengawasan yang dari masyarakat untuk menghindari hal-hal seperti yang di ungkapkan Omiyan di atas supaya pemberdayaan masyarakat kita bisa berjalan sesuai dengan fungsinya..nice post sobat😀😀

    -salam- ^_^

  12. 14 ahmad 29 Juni 2009 pukul 23:26

    sama dengan mbak eka, saya request untuk poin yang kedua pak. kultur dan religiusitas emang memegang peranan penting dalam pembangunan. sayangnya banyak pengambil kebijakan di negeri ini melupakannya

  13. 15 KangBoed 1 Juli 2009 pukul 11:47

    Hmm.. salute.. dukung pak Achaaa.. huebaaaat.. idenya baru bisa berjalaaan.. jika manusia sudah menemukan JATI DIRINYA sebagai manusia seutuhnya..
    Salam Sayang

  14. 16 robirendani 21 Juni 2010 pukul 11:14

    Sangat Jelas kita membutuhkan orang orang yang ingin memberdayakan Sumber Daya Manusia yang ada di desa.agar negara ini bisa merata dalam khal kesejahteraannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SALAM

decib!
Semoga isinya bermanfaat bagi siapa saja yang berkunjung, dan memanfaatkan isinya.

KATEROGI POST

ARSIP POST

Share

Add to netvibes Subscribe in Bloglines
Add Abula45 | Pusat Informasi Digital to ODEO
Subscribe in podnova
I heart FeedBurner

Komunitas Blog

TopOfBlogs Technology
Bloggerian Top Hits DigNow.net
Indonesian Muslim Blogger
Yuk.Ngeblog.web.id

Statistik

  • 143,796 hits sejak 29 Nov. 2008

Twitter Update

Flickr Photos

Fast-flying Falcon

Reflection Perfection

sunset and fishing nets

Lebih Banyak Foto