Teknologi Informasi untuk Rakyat Miskin


Saya tinggal di sebuah desa. Hidup dan penghidupan saya pun di desa. Saya adalah salah seorang dari puluhan juta rakyat Indonesia yang masuk ke dalam data penduduk miskin negeri ini. Singkatnya saya adalah orang miskin.

Saya melihat dan merasakan teknologi informasi dan komunikasi tengah mengubah dunia. Saya juga merasakan bahwa proses perubahan dunia melalui teknologi informasi ini berlangsung begitu cepat. Saking cepatnya, saya tidak mampu untuk mengikuti atau turut serta dalam perubahan dunia tersebut.

Komunikasi tanpa jarak, tak terbatas, dan langsung merupakan sajian khas teknologi yang saya saksikan dan rasakan ini. “Makin lama teknologi ini makin murah saja”, kata orang-orang yang tidak miskin. Saya juga melihat bahwa fakta mendasar dari perkembangan teknologi ini adalah terbentuknya hubungan baru di antara manusia.

Selanjutnya saya juga melihat terdapat potensi yang dasyat dari teknologi ini untuk mengubah status saya dan yang senasib dengan saya. Ada perluang yang sangat besar bagi kami untuk mengubah hidup, jika teknologi ini dapat disediakan demi memenuhi kebutuhan kami.

Selanjutnya saya pun berimajinasi, “Sesungguhnya kemiskinan bisa ditaruh dalam museum apabila rakyat miskin diberi kesempatan yang seluas-luasanya untuk berinteraksi dengan teknologi informasi dan komunikasi.”

14 Responses to “Teknologi Informasi untuk Rakyat Miskin”


  1. 1 guskar 27 Juni 2009 pukul 08:55

    UNDP pernah mencatat : Radio tua yang membawa penghasilan tambahanWagiyem tinggal di Sukoharjo, sebuah dusun kecil di kaki Gunung Merapi di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Setiap hari sekitar jam 8 malam, ia memasang radio transistor tua miliknya untuk mendengarkan siaran RRI yang memberitakan harga beberapa bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar. Sebagai pedagang sayuran segar, informasi ini sangat berguna sekali bagi Wagiyem. Jika ia tahu, misalnya, bahwa harga kol di pasar Beringharjo, Yogyakarta lebih tinggi daripada di pasar Muntilan yang lebih dekat, ia akan berangkat ke Yogyakarta. Dengan membayar Rp. 20.000 untuk ongkos transpor, perempuan usia lima puluh tahun ini dapat memperoleh tambahan Rp. 50.000. Teknologi yang paling dasarpun dapat meningkatkan pendapatan masyarakat jika membawa informasi yang berguna dan sangat dibutuhkannya belum diterima secara luas di antarapara pembuat kebijakan. Hal ini dapat dilihat dari sedikitnya prakarsa untuk itu di Indonesia. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan konsensus nasional, tidak hanya melalui advokasi dan dialog tentang kebijakan melainkan juga dengan memperlihatkan kegunaan TIK untuk kaum miskin dan dampak nyata yang bisa diperoleh. Selama jangka waktu satu tahun, dua proyek perintis akan dikem-bangkan untuk mewujudkan kebijakan TIK dalam proyek-proyek yang akan membawaTIK kepada masyarakat miskin. Salah satu proyek akan dikembangkan secara internal oleh tim proyek, sementara yang lain akan ditentukan melalui lomba nasional.Secara keseluruhan, proyek berusahamerealisasikan potensi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bagi masyarakat miskin dengan bekerja langsung dengan rakyat miskin dan menggunakan dialog untuk mengutarakan pengalaman dan hal-hal yang telah dipelajari. Dengan dukungan UNDP dan para mitra kerjanya akan semakin banyak masyarakat mempunyai akses kepada informasi yang berguna melalui TIK.

  2. 2 eoin 27 Juni 2009 pukul 11:49

    tadi malam aku menghadiri gathering bersama penyedia jaringan, mereka memandang kami [para blogger] sebagai pasar, sebagian blogger mengharapkan mereka bisa menjadi sponsor kegiatan. harapan adalah hampa saat ditujukan pada sebuah korporasi besar. aku sendiri [mulanya] berfikir teknologi ini bisa sedikit mengeluarkanku dari jurang kemiskinan itu. ternyata justru aku malah berkumpul dengan orang-orang miskin yang lain. berbagi cerita tanpa bisa mengambil keuntungan. entah, menurutku inilah keindahan. bisa berada bersama kemiskinan, saling membagi isi jiwa yang [menurutku] lebih bernilai tinggi dibanding materi🙂

  3. 3 AeArc 27 Juni 2009 pukul 13:44

    ya udah mas beli aja paket internet disini flash.aearc.com cuma 160rb/bulan..

  4. 4 andipeace 27 Juni 2009 pukul 14:17

    bukankah udah bertindak pada sekolah gratis….

    salam…

  5. 5 achoey 27 Juni 2009 pukul 14:55

    ya sahabatku
    bisa jadi pendaapatmu benar
    tapi yg terpenting adalah keinginan yang kuat rakyat Indonesia untuk maju dan sejahtera
    Walaupun kemiskinan tetap ada
    Ini adalah upaya Tuhan tuk menjadikan yang kaya mampu beramal dengan indah

  6. 6 dedekusn 27 Juni 2009 pukul 16:37

    Bisa juga.
    salah satu cara untuk menanggulangi kemiskinan dengan teknologi. Tapi untuk membeli teknologi kadang diperlukan orang yang tidak miskin,

    Tapi yang paling utama kita harus berupaya untuk menimpankemiskinan pengetahuan…😀

  7. 7 Le Matine de Magicienne 27 Juni 2009 pukul 16:48

    Seharusnya internet digratiskan

    biar kita bisa menjelajahi dunia dan saling berkenalan

    Saya disini pake hp-modem smart, gratis 6 bulan internetan

    _salam anget_

  8. 8 Hariez 27 Juni 2009 pukul 17:21

    aku setuju dengan pendapat kang Achoey..yang penting adalah keinginan yang kuat untuk maju dan sejahtera dan ga lupa punya minat belajar yang tinggi😀

    -salam- ^_^

  9. 9 sendit 27 Juni 2009 pukul 19:15

    jangan pernah merasa miskin sebelum kau melihat apa yang sudah Tuhan berikan kepadamu…hati2..ntar jadi gak bersyukur…😉

    http://pramuditaaulia.web.id

  10. 10 zulhaq 27 Juni 2009 pukul 21:17

    semoga tidak ada lagi kemiskinan dan pemiskinan *mungkin nggak*

  11. 11 Kang Yudiono 28 Juni 2009 pukul 15:20

    Hidup rakyat miskin. salam kenal Mas

  12. 12 buy_vigrxplus 15 Juli 2009 pukul 17:19

    The best information i have found exactly here. Keep going Thank you

  13. 13 SAUT BOANGMANALU 18 Januari 2010 pukul 02:00

    TERIMAKASIH INFORMASI DAN TULISANNYA. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  14. 14 rental car di bali 28 November 2010 pukul 19:30

    ide dari imajinasi bagus sekali, tapi apakah semunya bisa gratis, sepertinya bakalan enga mugkin gratis. Di singapura dengan membayar 40 Sing dollar atau sekitar 350 ribu, anda bisa dapet kecepatan unlimited internet max download 12 Megabyte, kalau di indonesia cuma bisa dapet 512 kbps dan itu pun bisa turun kecepatanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SALAM

decib!
Semoga isinya bermanfaat bagi siapa saja yang berkunjung, dan memanfaatkan isinya.

KATEROGI POST

ARSIP POST

Share

Add to netvibes Subscribe in Bloglines
Add Abula45 | Pusat Informasi Digital to ODEO
Subscribe in podnova
I heart FeedBurner

Komunitas Blog

TopOfBlogs Technology
Bloggerian Top Hits DigNow.net
Indonesian Muslim Blogger
Yuk.Ngeblog.web.id

Statistik

  • 143,483 hits sejak 29 Nov. 2008

Twitter Update

Flickr Photos

Trillium Lake Alpine Glow

Chin Scratching Short-eared Owl

Arrow . . .

Lebih Banyak Foto