Manusia Berpikir dan Mencipta


Dua batang pohon mungkin tampak serupa dan sukar dibedakan. Setelah berbuah, kita baru dapat mengenali pohon-pohon itu. Misalnya, suatu pohon rambutan kita ketahui pohon rambutan ace setelah kita makan buahnya. Buah merupakan jati diri dan menjadi tujuan dari proses pertumbuhan pohon tersebut. Seperti kata mutiara yang berbunyi, pohon dikenal dari buahnya. Begitu juga halnya dengan bunga, telur, dan khasiat tiap makhluk atau zat lainnya. Dua buah tabung, yang satu berisi nitrogen dan yang lain berisi oksigen, tidak dapat dibedakan dari rupanya karena kedua tabung tersebut tampak serupa, tetapi yang membedakannya adalah dari khasiat yang diberikannya.

Bagaimana halnya dengan manusia? Berlakukah kata mutiara yang berbunyi, pohon dikenal dari buahnya, untuk manusia? Buah atau khasiat apa yang dihasilkan oleh manusia yang menunjukkan bahwa dia adalah manusia?

Salah satu hal yang mebedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah: manusia mengenal perubahan-perubahan dan pembaharuan-pembaharuan. Cara berpakaian, cara bergaul, cara mendidik, cara belajar-mengajar, cara memproduksi suatu barang, dan sebagainya, berbeda-beda dari waktu ke waktu. Ada siswa atau mahasiswa yang semakin tinggi prestasinya. Ada guru yang makin menanjak kariernya. Ada pengusaha atau manajer yang berhasil karena meningkatkan mutu manajemennya. Dan beberapa contoh lainnya, yang menunjukan bahwa manusia itu mengenal perubahan dan pembaharuan.

Perubahan-perubahan dan pembaharuan-pembaharuan tidak terjadi atau berlangsung atas dasar naluri semata. Memang manusia hidup bersama dengan nalurinya, tetapi jelas naluri bukan segala-galanya. Misalnya naluri seksual, dimana seorang pria dan seorang wanita bersatu membentuk keluarga. Tetapi kehidupan keluarga yang makin hari makin bermutu tentu tidak didorong oleh naluri semata-mata. Bila sesuatu lebih maju, lebih baik, lebih bermutu, berarti sesuatu itu telah diusahakan. Usaha adalah perbuatan yang dipelajari, disadari, dan direncanakan. Mempelajari, menyadari, dan merencanakan sebelum melakukan usaha pasti hanya bisa dilakukan oleh akal (pikiran).

Berdasarkan hal-hal tersebut, jelaslah bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki akal (makhluk yang berpikir). Makhluk yang berakal tentu saja menghasilkan ide-ide atau gagasan-gagasan. Dan dengan ide-ide atau gagasan-gagasan tersebut terciptalah segala sesuatu di dunia ini. Semakin baik cara berpikirnya (pola pikirnya) dan semakin cemerlang gagasan-gagasan yang dihasilkan oleh manusia, maka akan semakin bermutu dan gemilang hasil-hasil ciptaan manusia tersebut.

Demikian, selamat berpikir dan mencipta.

16 Responses to “Manusia Berpikir dan Mencipta”


  1. 1 Akmal Online 25 Juni 2009 pukul 01:17

    Nice post bro..
    Inspiratif banget..

  2. 2 kucingkeren 25 Juni 2009 pukul 12:28

    hehe..salah satu ciptaannya, antara lain makanan yg hebat… bener kan??🙂

  3. 3 blogger 25 Juni 2009 pukul 13:27

    betul, saya juga jadi ikutan mikir ni jadinya…;-) artikel menarik!

  4. 4 KangBoed 25 Juni 2009 pukul 13:42

    Hehehehe.. akal pikiran adalah perdana menteri sedangkan hati nurani adalah RAJA dalam diri.. maka jika akal pikiran meRaja.. celakalah kehidupan ini
    Salam Sayang

  5. 5 Eka Situmorang-Sir 25 Juni 2009 pukul 13:50

    Dengan kata lain, tetap saja manusia dilihat dari buah perbuatannya ya pak🙂

    Salam, EKA

  6. 6 David 25 Juni 2009 pukul 18:05

    OK manusia adalah ciptaan yang luar biasa, mampu menciptakan segala sesuatu untuk perkembangan dan kemudahan hidupnya. Nice post…!!

  7. 7 Ariyanti 25 Juni 2009 pukul 23:52

    Aku bisa berfikir… Tapi aku bisa mencipta gak ya? Jadi mau mencipta… Keren deh tulisannya🙂

  8. 8 Hariez 26 Juni 2009 pukul 00:08

    Asli dahsyat..dahsyat..kawan..😀

    -salam- ^_^

  9. 9 Fietria 26 Juni 2009 pukul 09:54

    Kunjungan perdana

    salam kenal dari saya,

  10. 10 qarrobin djuti 26 Juni 2009 pukul 10:14

    wah inspiratif banget, cha biar ga so hard, saya udah kasih sedikit penjelasan di postingan yang terbaru.

    http://qarrobindjuti.blogspot.com/2009/06/mekanisme-penjelajahan-waktu.html

  11. 11 achoey 26 Juni 2009 pukul 13:24

    mari lejitkan potensi
    sebagai hamba Tuhan paling sempurna
    semoga

  12. 12 mas stein 26 Juni 2009 pukul 14:39

    dengan kata lain kalo misalnya manusia belum berbuah maka belum bisa disebut manusia seutuhnya. gitu boss?

  13. 13 A9YnD1LV3R 26 Juni 2009 pukul 22:45

    Sip, bakal selalu datang nih..


  1. 1 Sedikit Pemahaman Diri Tentang Kedudukan dan Fungsi Harta « Abula45 | Pusat Informasi Digital Lacak balik pada 30 Juni 2009 pukul 00:23
  2. 2 Bakat Kebaikan dalam Diri Manusia « Abula45 | Pusat Informasi Digital Lacak balik pada 2 Juli 2009 pukul 00:09
  3. 3 Kekuatan dalam Memilih Pikiran « Abula45 | Pusat Informasi Digital Lacak balik pada 10 Juli 2009 pukul 07:16

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SALAM

decib!
Semoga isinya bermanfaat bagi siapa saja yang berkunjung, dan memanfaatkan isinya.

KATEROGI POST

ARSIP POST

Share

Add to netvibes Subscribe in Bloglines
Add Abula45 | Pusat Informasi Digital to ODEO
Subscribe in podnova
I heart FeedBurner

Komunitas Blog

TopOfBlogs Technology
Bloggerian Top Hits DigNow.net
Indonesian Muslim Blogger
Yuk.Ngeblog.web.id

Statistik

  • 143,796 hits sejak 29 Nov. 2008

Twitter Update

Flickr Photos

Fast-flying Falcon

Reflection Perfection

sunset and fishing nets

Lebih Banyak Foto