MENGASAH EMPATI


Dalam tulisan ini saya hendak membagi pemahaman diri mengenai apa yang bisa kita lakukan untuk mengasah empati. Saya berasumsi kita semua telah faham arti dan makna dari kata “empati” yang Saya maksudkan. Jika ada yang belum faham apa itu empati, silakan dicari di sini (KBBI). Ada banyak cara untuk mengasah empati, diantaranya adalah:

Mulailah dari hal-hal kecil. Misalnya, menawarkan makanan kepada orang lain. Hal tersebut, meskipun kecil, namun merupakan sebuah latihan yang dapat mengasah empati. Selain itu, menjenguk orang sakit, menebar senyum, membantu tetangga, dan sebagainya juga merupakan sesuatu yang dapat mengasah empati kita.

Kita juga dapat mengasah empati dengan sering bertemu orang-orang yang secara fisik membutuhkan pertolongan, misalnya ke panti asuhan, panti jompo, atau daerah-daerah kumuh. Dengan melihat atau bergaul bersama-sama mereka, kita akan banyak mempelajari sisi lain dari kehidupan. Kita juga akan semakin bersyukur atas segala karunia yang kita peroleh.

Cara lain mengasah empati, yaitu membayangkan bila kita berada di posisi mereka (selain kita). Pergiliran nasib pasti akan selalu ada, tidak ada yang statis dalam hidup manusia. Saat ini, boleh jadi kita yang membantu mereka. Di lain waktu, bisa sebaliknya.

Sebenarnya ada banyak cara mengasah empati yang bisa dilakukan. Semuanya berpulang kepada diri, mau atau tidak melakukannya. Kerangka berpikir, bahwa empati tidak akan merugikan, hendaknya dimiliki oleh setiap diri, berbagi (tentunya yang layak dibagi) tidak akan pernah rugi.

Dalam pengembangan diri, sikap empati juga menjadi jalan kesuksesan berinteraksi. Bila sikap empati menjadi karakter kuat diri, siapa pun yang berada di sekitar diri, pasti akan merasakan manfaat. Dan yang paling penting dari sikap empati, tentu saja aplikasinya. Empati tidak hanya berhenti di dalam hati saja.

Mulai detik ini, mari menakar kadar empati kita. Jangan sampai penghayatan keber-agama-an kita hanya menyentuh pada ibadah ritual semata, namun lupa pada indikasi keimanan yaitu empati yang mewujud kepedulian kepada sesama. Semoga kita semua digolongkan menjadi orang yang pandai bersyukur dengan senantiasa menebar kebaikan kepada sesama.

Demikian, selamat memaknai.

28 Responses to “MENGASAH EMPATI”


  1. 1 buwel 19 Juni 2009 pukul 00:35

    mampir, salam kenal ya….maaf nggak nyambung ama posting, soalnya dah ngantuk…

    Abula45:
    kt dokter, ga baik lho bc artikel berat dlm keadaan ngantuk.. lebih baik dibaca saat fresh, pasti nendang ..😀
    _salam anget_

  2. 2 Ade 19 Juni 2009 pukul 00:43

    masih suka susah ngebedain empati dan simpati :sigh:

    Abula45:
    klik aja link KBBI online, pasti ga akan susah lagi…
    _salam anget_

  3. 3 kawanlama95 19 Juni 2009 pukul 00:50

    aku setuju dan kutambahkan lagi kerumah sakit jiwa. selamat malam ya..

    Abula45:
    wah … boleh juga tuh…ke RSJ..
    _salam anget_

  4. 4 bocahbancar 19 Juni 2009 pukul 03:19

    Hhmm…Empati itu menurut saya adalah segala perasaan bisa merasakan sesuatu hal yang dirasakan oleh orang lain sekecil apapun….
    Hhmm…Semoga empati saya bisa terasah dari membaca artikel di sini ini..🙂

    Abula45:
    persis mas .. itulah empati yg sy maksudkan.. dan u/ berempati kita hrs melatihnya…
    _salam anget_

  5. 5 SQ 19 Juni 2009 pukul 04:28

    Amien. Tapi ngomong2, mengunjungi blog/bersilaturahim juga bisa mengasah empati kan? sembali belajar sosialisasi di internet.

    salam kenal🙂

    Abula45:
    sepertinya iya mas…
    _salam anget_

  6. 6 mascayo 19 Juni 2009 pukul 05:53

    berkomunikasi dengan tumbuh-tumbuhan dan hewan barangkali juga bisa mengasah empati, bener nggak ya?

  7. 7 Maren Kitatau 19 Juni 2009 pukul 05:54

    Aku penasaran dgn kata empati.
    Jangan jangan bisa ada hubungannya dgn kata “tempat” … Tempati dlm arti yg rohaniah.

    Tapi bila kuhubungkan dgn kata “empat”,
    Maka meng-empat-i bisa berarti menghidupkan.
    Menghipkan pesona tertiga. Boleh juga tuh!

    Salam Damai!

    NB:
    Lih tertiga:
    http://tertiga.wordpress.com/2009/02/24/pencerahan-lirik-lagu-tertiga/

  8. 8 Arief 19 Juni 2009 pukul 07:31

    Dilanjutin om tulisan tentang empatinya, bahasannya menarik.

    BlackBerry Tips and Development Personality

  9. 9 Fietria 19 Juni 2009 pukul 08:45

    Empati yang dimaksud disini sama dengan simpati atau tidak ya?

  10. 10 munif il 19 Juni 2009 pukul 08:53

    postingan yang bagus acha…

    salam sukses ya

  11. 11 AlvienRizki 19 Juni 2009 pukul 09:05

    empati apanya simpati ya ??

  12. 12 julie 19 Juni 2009 pukul 10:54

    dah jarang ada yang bisa berempati hari gini bro

  13. 13 Indah Sitepu 19 Juni 2009 pukul 11:13

    semoga makin tajam setelah baca postingan ini🙂

  14. 14 kucingkeren 19 Juni 2009 pukul 11:47

    tersenyum jg salah satu cara berempati..iya gak?

  15. 15 iwan setiawan 19 Juni 2009 pukul 14:21

    nice post..memang sudah waktunya kita untuk lebih peduli dengan sesama. KIta makhluk sosial harus menjaga interaksi dgn orang lain, siapun dia..salam kenal

  16. 16 Maren Kitatau 19 Juni 2009 pukul 15:13

    Ya ya ya! C7!
    Sudah waktunya, Wan!
    Walau telat inilah waktunya.

    Hidup itu dinamika berbagi.
    Mati itu statika berkurang.
    Hidup setelah mati itu perkalian berganda.
    Apa kita masih kurang pengalaman dlm hidup?

    Salam Damai!

  17. 17 Blogger Senayan 19 Juni 2009 pukul 16:03

    makaci infonya bos

  18. 18 suwung 19 Juni 2009 pukul 18:08

    jadi malu baca ini… mana empati diriku ya?

  19. 19 achoey 20 Juni 2009 pukul 11:15

    Dahsyat
    Benar sahabat, dan dengan empati itu kita membahagiakan diri

    Abula45:
    sepakat kang achoey, karena hidup ini ternyata tidak statis
    _salam anget_

  20. 20 Eka Situmorang-Sir 20 Juni 2009 pukul 11:17

    Cantik tulisannya pak🙂
    mari mengukur dan terus belajar berempati, cuma agama tanpa praktek keseharian dari nilai – nilai agama itu sama dengan omong kosong🙂

    Abula45:
    sepakat 100% mbak..
    _salam anget_

  21. 21 Huang 20 Juni 2009 pukul 18:53

    orang bisa aja simpati tapi belum tentu empati. dan empati belum tentu pulsanya make simpati😀

    Abula45:
    ha..ha.. … bisa aja..
    _salam anget_

  22. 22 zulhaq 21 Juni 2009 pukul 03:07

    habluminallah wa habluminannas *bener gak ya*
    menjaga hubungan sesama sang pencipta, dan wajib menjaga hubungan antar sesama manusia sebagai hambanya…mudah2an saiah akan selalu memiliki empati yang benar2 empati…
    salam sahabat ^_^

    Abula45:
    kurang lebih begitu mas… selamat mengasah empati mas..
    _salam anget_

  23. 23 shofiyah 21 Juni 2009 pukul 12:39

    kunjungan…..kayaknya aku kenal bahasanya deh…
    hmmmm

    *sok teu kumat*

  24. 24 kopral cepot 24 Juni 2009 pukul 14:01

    katane manusia itu terbagi dua .. “Dia ada tapi tidak ada” dan “Dia ada dan sejatinya ada” … betul empati memberi kekuatan pada karakter diri .. empati tak sebatas peduli .. tapi aksi yang memberi arti …

    Salam

  25. 25 Maren Kitatau 24 Juni 2009 pukul 17:23

    Mengasah!

    Empati itu patinya hati,
    Atawa properti hati, pas-nya.
    TTS itu mengasah otak, katanya!
    Otak hrs diasah supaya jadi tukang asah.

    Mengasah empati bukan pake TTS,
    Pake otak boleh-bolehlah sbg pemula.
    Setelah empati menjadi replek (si) hati,
    Si otak tak boleh ikutan lagi karena lain hal.
    Dia harus pergi mengasah hal lain yg tumpul. Demikian mengasah!

    Salam Maya!
    Bukan ayam, ato anget-angetnya.
    Mba Sof tau banget tuh!

  26. 26 KangBoed 25 Juni 2009 pukul 13:53

    hehehe.. Empati masih wilayah fikir.. empati adalah RASA PERASAAN.. selalu berubah rubah menurut keadaan lahiriah.. masuk terus sehingga ketemulah RASA KESADARAN.. yaitu rasa yang bisa merasakan.. ini terbit dari hati nurani..
    Salam Sayang

  27. 27 acep 11 Agustus 2011 pukul 10:03

    owh begitu ya kak,,
    terima kasih atas infonya,,
    saya jadi lebih mengerti sekrang

    salam kenal


  1. 1 Bakat Kebaikan dalam Diri Manusia « Abula45 | Pusat Informasi Digital Lacak balik pada 2 Juli 2009 pukul 00:09

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SALAM

decib!
Semoga isinya bermanfaat bagi siapa saja yang berkunjung, dan memanfaatkan isinya.

KATEROGI POST

ARSIP POST

Share

Add to netvibes Subscribe in Bloglines
Add Abula45 | Pusat Informasi Digital to ODEO
Subscribe in podnova
I heart FeedBurner

Komunitas Blog

TopOfBlogs Technology
Bloggerian Top Hits DigNow.net
Indonesian Muslim Blogger
Yuk.Ngeblog.web.id

Statistik

  • 143,796 hits sejak 29 Nov. 2008

Twitter Update

Flickr Photos

Fast-flying Falcon

Reflection Perfection

sunset and fishing nets

Lebih Banyak Foto