DESA: PROBLEM LAMA DAN BARU (bagian 2)


Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya di bagian 1.
  • Desentralisasi adalah sebuah kebijakan dari atas yang tidak sempurna baik dari sisi desain maupun praktiknya. Desentralisasi dan otonomi daerah lebih difokuskan pada kabupaten/kota, sehingga desa masih tetap dipandang sebelah mata dan belum memperoleh otonomi yang lebih leluasa. Desa masih berada di bawah cengkeraman kabupaten secara hirarkhis. Para pejabat kabupaten umumnya memandang bahwa otonomi berhenti di tangan kabupaten, serta menjadikan desa sebagai objek kebijakan dan regulasi kabupaten. Dalam praktiknya tidak sedikit Perda Kabupaten tentang pemerintahan desa yang sebenarnya tidak relevan dengan konteks kebutuhan desa dan dari sisi proses tidak melibatkan partisipasi desa. Karena itu tidak mengherankan kalau kerapkali muncul kegelisahan dan bahkan resistensi desa (terutama dari perangkat desa) terhadap regulasi dari atas.
  • Desentralisasi politik yang terbatas juga diikuti dengan pembatasan desentralisasi fiskal ke desa. Dari sisi hubungan keuangan, tidak ada kejelasan dan ketegasan formula perimbangan keuangan antara pusat, daerah dan desa. Desa tidak memperoleh transfer keuangan yang jelas, sebagaimana dana pusat yang di-daerah-kan melalui Dana Alokasi Umum. Sebagian dana kabupaten memang di-desa-kan tetapi tidak dibingkai melalui kerangka regulasi yang menjamin kepastian dan keberlanjutan, melainkan hanya tergantung pada kebaikan hati (benevolent) sang Bupati dan DPRD.
  • Kepala desa (petinggi desa, lurah, kuwu, dll) kini mengalami disorientasi kekuasaan: dari atas ditekan dengan instruksi oleh kabupaten (melalui kecamatan atau langsung), dari samping digencet oleh BPD dan dari bawah dituntut oleh masyarakat. Di banyak tempat kehadiran BPD dianggap menjadi ancaman bagi kepala desa, dan sekaligus memunculkan ketegangan antara kepala desa dengan BPD. Di desa-desa yang telah dimasuki fasilitator dari luar (NGO atau perguruan tinggi), ketegangan itu bisa dicairkan antara lain dengan cara dialog yang intensif dan membuat code of conduct di antara kepala desa dan BPD. Tetapi desa-desa yang tidak dimasuki pihak ketiga masih sulit untuk mendamaikan ketegangan Kades-BPD karena belum mempunyai mekanisme dan proses manajemen konflik yang dibangun berdasarkan prakarsa lokal. Pembelakan yang diberikan kabupaten maupun kecamatan juga belum mampu mencairkan ketegangan itu.
  • Kapasitas dan kinerja perangkat desa masih berjalan apa adanya (taken for granted) sesuai dengan ketentuan administratif. Mereka umumnya cukup puas karena telah bisa memberikan pelayanan prima nonstop 24 jam. Mungkin masih sedikit ditemukan kepala desa dan perangkatnya yang bekerja secara inovatif dan responsif dengan dituntun visi-misi besar.

Demikian, semoga …..

3 Responses to “DESA: PROBLEM LAMA DAN BARU (bagian 2)”


  1. 1 GUSKAR 31 Mei 2009 pukul 08:31

    sejak undang2 Otda digulirkan dulu, payung hukum (baca : perda) memang hanya untuk kepentingan kabupaten semata, akibatnya desa menjadi objek penderita. padahal desa yg bersentuhan langsung dengan masyarakat

  2. 2 Ahmad 3 Juni 2009 pukul 13:28

    ‘Kapasitas dan kinerja perangkat desa masih berjalan apa adanya’. Saya setuju sekali dengan yg ini mas. Bahkan di desa tempat saya KKN (kuliah krja nyata) dulu, fungsi kepala desa tidak lebih sebagai orang yang harus diundang pertama kali kl ada acara pernikahan. Tapi saya jg tdk menutup mata loh terhadap kepala dan perangkat desa yang bekerja dg maksimal dan bahkan tanpa pamrih. Untuk yg seperti ini, sebagai masyarakat desa saya sangat bangga.

  3. 3 baitul alim 3 Juni 2009 pukul 18:50

    Desa perlu dikembangkan karena dari desalah sumber pangan kita.Mutu pendidikan di desa pun juga harus ditingkatkan karena dengan kualitas pendidikan desa bisa berkembang dalam sektor peternakan, perkebunan, dan pertanian.kunjung balik ya sobat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SALAM

decib!
Semoga isinya bermanfaat bagi siapa saja yang berkunjung, dan memanfaatkan isinya.

KATEROGI POST

ARSIP POST

Share

Add to netvibes Subscribe in Bloglines
Add Abula45 | Pusat Informasi Digital to ODEO
Subscribe in podnova
I heart FeedBurner

Komunitas Blog

TopOfBlogs Technology
Bloggerian Top Hits DigNow.net
Indonesian Muslim Blogger
Yuk.Ngeblog.web.id

Statistik

  • 143,796 hits sejak 29 Nov. 2008

Twitter Update

Flickr Photos

Fast-flying Falcon

Reflection Perfection

sunset and fishing nets

Lebih Banyak Foto