DESA: PROBLEM LAMA DAN BARU (bagian 1)


Tulisan ini merupakan sebuah pandangan terhadap dinamika desa di tengah-tengah arus reformasi, desentralisasi, dan demokrasi. Khususnya dari sudut pandang problem yang masih tersisa di desa, dan problem baru yang muncul di tengah arus desentralisasi dan demokrasi.

  • Banyak sekali desa-desa di Jawa yang sejak dulu selalu menghadirkan kekerasan dan permainan politik uang ketika menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Permainan politik uang di desa, sebagaimana di kabupaten dan provinsi, menjadi isu yang sangat keras dan cepat, tetapi juga sangat cepat menguap dan dilupakan banyak orang. Praktik-praktik kekerasan cepat sekali berkobar dan juga cepat sekali dirampungkan oleh aparat keamanan setelah menelan korban tidak sedikit. Tetapi sejak dulu di desa tidak ada sebuah mekanisme dan proses politik yang dibangun dari prakarsa lokal untuk mencegah praktik-praktik kekerasan.
  • Proses perencanaan pembangunan desa masih berlangsung seperti dulu. Di atas kertas perencanaan berlangsung dari bawah (bottom up) yang kemudian dibawa naik ke kabupaten, tetapi praktiknya selalu terjadi manipulasi sehingga aspirasi dari bawah tidak menjadi preferensi bagi pembuatan keputusan di level kabupaten. Di tingkat desa sendiri, perencanaan pembangunan juga didominasi oleh elite desa atau lebih berpijak pada preferensi elite ketimbang aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
  • Gotong-royong tidak lagi secara otentik mencerminkan partisipasi dan solidaritas sosial masyarakat desa, melainkan sebagai bentuk mobilisasi (jika bukan paksaan) pemerintah desa terhadap warganya untuk mendukung program-program pembangunan yang sudah dirancang dari atas. Salah satu kasus yang menyolok adalah kebiasaan pemerintah supradesa dan pemerintah desa “meng-uang-kan” gotong-royong dan swadaya ke dalam penerimaan desa (APBDes). Padahal menurut asal-usulnya gotong-royong adalah bentuk modal sosial (social capital), bukan modal finansial (financial capital) sebagaimana telah dimanipulasi oleh pemerintah. Di zaman Orde Baru, berbagai program departemen juga mengatasnamakan gotong-royong sebagai bentuk swadaya masyarakat desa. Banyak proyek dari atas dengan jumlah pendanaan yang kecil, kemudian dengan bantuan gotong-royong masyarakat dapat menghasilkan pembangunan fisik yang luar biasa. Pada hampir semua proyek pembangunan prasarana fisik kontribusi gotong royong selalu jauh lebih besar ketimbang sumbangan dana dari pusat. Sejak Orde Baru hingga sekarang, laporan mengenai banyaknya hasil pembangunan fisik yang ditopang swadaya masyarakat lewat gotong royong sering diklaim sebagai keberhasilan pemerintah.

Bersambung ke bagian 2 …

5 Responses to “DESA: PROBLEM LAMA DAN BARU (bagian 1)”


  1. 1 randualamsyah 29 Mei 2009 pukul 15:10

    Aku juga wongndeso loh…

  2. 2 Eka Situmorang-Sir 29 Mei 2009 pukul 16:08

    ketiga hal yang bapak sebutkan di atas adalah benar🙂
    dan masih berlangsung hingga saat ini :p

  3. 3 wiwinds 29 Mei 2009 pukul 17:13

    asslm
    mampir nich pak..
    met kenal.
    blog nya bagus pak acha…

    permainan politik uang di desa emang masih marak bgt pak…contohnya pemilihan 9 april kmrn…padha dpt duit dari partai,hehe….

    sebenarnya nggak perlu ngasih2,toh smuanya kembali ke figur pemimpinnya,tanpa ngasih apa2pun klo personalitynya ok,pasti juga akan dipilih,betul khan pak?
    suksees.
    wsllm

  4. 4 robirendani 21 Juni 2010 pukul 11:11

    memang sangat jelas permaslahan masyarakat desa sekarang masih sangat terpaku pada program pemerintah belum banyak yang berinisiatif.


  1. 1 DESA: PROBLEM LAMA DAN BARU (bagian 2) « Abula45 | Pusat Informasi Digital Lacak balik pada 30 Mei 2009 pukul 02:16

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SALAM

decib!
Semoga isinya bermanfaat bagi siapa saja yang berkunjung, dan memanfaatkan isinya.

KATEROGI POST

ARSIP POST

Share

Add to netvibes Subscribe in Bloglines
Add Abula45 | Pusat Informasi Digital to ODEO
Subscribe in podnova
I heart FeedBurner

Komunitas Blog

TopOfBlogs Technology
Bloggerian Top Hits DigNow.net
Indonesian Muslim Blogger
Yuk.Ngeblog.web.id

Statistik

  • 143,483 hits sejak 29 Nov. 2008

Twitter Update

Flickr Photos

Trillium Lake Alpine Glow

Chin Scratching Short-eared Owl

Arrow . . .

Lebih Banyak Foto