KETIKA VIRUS INSTAN MENGINFEKSI


Ketika instanisasi merajarela, keburukan-keburukan apa yang akan terjadi? Berikut adalah paparannya, yang menurut Saya ini adalah semata imajinasi, semoga tidak mewujud atau menjadi nyata.

Jika virus instan telah menginfeksi setiap orang maka orang-orang tersebut (sederhananya) akan senang yang instan-instan. Apabila sudah begitu, akan lahirlah kebudayaan instan.

Kebudayaan kita serba instan. Makanan instan. Lagunya instan. Maunya mencapai segala sesuatu secara instan. Bahkan, masuk sorga pun maunya instan.

Kalau boleh atau kalau bisa, mendapatkan uang banyak langsung, tidak usah kerja juga tidak apa-apa. Kalau perlu tidak usah ada negara, tidak usah ada Nabi dan Tuhan juga tidak apa-apa, asal punya duit banyak.

Selamat datang generasi instan. Generasi ompong tanpa gigi. Generasi yang makan makanan yang tidak perlu dikunyah. Generasi yang maunya menelan sekali jadi setiap tulisan, ilmu, informasi, wacana, dsj., yang dia cari dan dia dapati.

Apabila instanisasi telah sukses, informasi yang beredar di belantara media pun mesti tersaji tanpa perlu dikunyah, dihayati, dan didalami. Informasi sekelas geol, joget, geol, joget, geol, jogetlah yang akan tersaji.

Para produktor atau penyaji atau siapa pun tidak perlu berpikir tentang mutu kebudayaan, pendidikan manusia, sosialisasi nilai-nilai sosial atau apa pun juga.

Demikian, selamat memaknai.

31 Responses to “KETIKA VIRUS INSTAN MENGINFEKSI”


  1. 1 Zian X-Fly 9 Mei 2009 pukul 23:32

    manusia instan!
    haha
    salam kenal.

  2. 2 arydiPare 10 Mei 2009 pukul 01:03

    sebenarnya gak semua hal dapat diperoleh dengan instan, banyak hal yang bila di-instanisasi malah gak maxximal.
    tapi, ada benernya juga semua di-instanisasi-kan, jadi apa yang dibuat film-film produk hollywood sebentar lagi akan segera tercapai bukan?
    mau pergi kemana-mana tinggal pake teleport aja…kliatannya asyik tuh…

    salam maxximal

    • 3 Acha 10 Mei 2009 pukul 13:41

      pasti mengasyikan tuh..
      Salam maxximal jg deh

  3. 4 guskar 10 Mei 2009 pukul 09:09

    Bisa jadi saya akan merinding, bila suatu saat nanti mendengar anak-anak abad dua puluh satu yang merupakan “produk instant” bertanya kepada orang tuanya, “Ma, benarkah aku dilahirkan ketika usia perkawinan Papa dan Mama lima bulan?”

    • 5 Acha 10 Mei 2009 pukul 13:44

      mungkin itu yg namanya MBA ya?

  4. 6 negeri hijau 10 Mei 2009 pukul 10:28

    begitu cepatnya…

    karena manusia suka instan.

  5. 7 reallylife 10 Mei 2009 pukul 13:33

    tapi bukan berarti semua yang instant itu jelek khan?

    • 8 Acha 10 Mei 2009 pukul 13:45

      Mungkin posting selanjutnya membahas yg positifnya kali ya …

  6. 9 annosmile 10 Mei 2009 pukul 15:34

    apa-apa instan
    serasa hidup ini pendek..
    apapun cepat selesai
    begitulah zzaman

  7. 10 CSDW 10 Mei 2009 pukul 19:28

    Saia nggak lho pak. Ni dah ngacung dengan 2 tangan ama 2 kaki😀

  8. 11 achoey 10 Mei 2009 pukul 19:58

    jadi master, instan
    lalu jadi pimpinan pun instan

    jadi blogger instan
    asal tulis-tulisan

    ah kau memang bisa
    bisa-bisa aja😀

  9. 12 oops hey 10 Mei 2009 pukul 20:30

    setengah setuju deh…. ada kalanya sesuatu musti dibuat praktis.. instant,.. menurut saya kondisional -lah. kira-kira aja,…. pada mau ngga kuliah aau sekolah disuruh kembali nulis pake “sabak” . alat tulis dari papan dan kapur. klo udah penuh harus dihapus… 😀 atau mau ambil duit, transfer, cek saldo harus selalu antri di loket bank ???

    • 13 Acha 11 Mei 2009 pukul 20:38

      Kayaknya Ga jadi deh posting tt hal positif instanisasi, udah dibahas lengkap oleh mas oops hey via komentnya…

      Thank’s ya..

  10. 14 WANDI thok 11 Mei 2009 pukul 00:30

    Budaya instan itu kan budaya setan kan pak? Nyang diadopsi oleh “setan” nyang suka ketan.😀

    • 15 Acha 11 Mei 2009 pukul 20:44

      baru tahu saya, kalo ada setan suka ketan … pasti setannya setan lokal ya?😀

  11. 16 ekaria27 11 Mei 2009 pukul 09:46

    Jadi teringat beberapa waktu lalu mencari karyawan baru.
    Budaya instan itu nyata sekali, baru lulus, belum ada pengalaman, tapi maunya dpt gaji gede. Maunya dapat karir instan, gak mau usaha..

    Nice reminder pak

  12. 17 Haris 11 Mei 2009 pukul 10:14

    Ide bagus.

    Kalau ditanya kenapa masyarakat kacau, itu karena semua orang ingin yang instan-instan.
    misalnya,
    -ingin lulus instan tapi tidak belajar
    -ingin cepat kaya tapi tidak mau kerja,
    – ingin naik jabatan main sogok sana sogok sini
    -dsb.

  13. 18 dafiDRiau 11 Mei 2009 pukul 12:53

    Banyak juga orang yang berhasil karena instant. Tapi harus selalu berubah…

  14. 19 ephieenz 11 Mei 2009 pukul 19:43

    wah. . . kalok dah ada virus “instan”. . . . wah. . . .

    apa anti virusna yah. . . . ???

    • 20 Acha 11 Mei 2009 pukul 22:29

      jgn takut, ikuti aja saran dokter gigi, biar gigi gak cepet ompong …😀

  15. 21 Ade 11 Mei 2009 pukul 22:20

    saya suka mie instant:mrgreen:

  16. 22 Acha 11 Mei 2009 pukul 22:35

    Saya malah dah jatuh cinta sama mie instan.:mrgreen:

  17. 23 rahasiaweb 11 Mei 2009 pukul 23:15

    @cha, tentu acha boleh usul, meskipun web saya instan, namun banyak ilmu blog yg sy belumtahu,

    berkenan:
    mohon bimbingannya, gimana cara full sindikasi rss feed..biar acha baca artikelnya ga sepotong, ga perlu berdarah2 untuk membaca postingan2 keren di blog sy (he..he).

    nb: balesnya ke blog sy ya
    thx dah kasih masukkan
    _salam sukses_

    arius zajira

    • 24 Acha 11 Mei 2009 pukul 23:56

      Berarti Anda dan Saya sama, 1 generasi, generasi instan.😀

      • 25 rahasiaweb 12 Mei 2009 pukul 00:30

        @cha : sering2 aja koment yg isinya rahasiablog, sekalian sy belajar. alhamdulillah dapet job…

        oh ya btw, udh dibaca lom ebook kirimanku kemarin?

  18. 26 humaini 12 Mei 2009 pukul 01:19

    siplah ya?…….

  19. 27 humaini 12 Mei 2009 pukul 02:21

    salam kenal…

  20. 28 uang super 22 Mei 2009 pukul 21:42

    sesuatu yang instan biasanya akan merusak.

    contoh: mie instan =>merusak tubuh
    coba saja makan mie tiap hari pasti akan sakit🙂

    untuk sukses diperlukan waktu dan kesabaran.

    contoh: belajar naik sepeda tidak bisa langsung bisa.

    salam super dari blog
    uangsuper.com
    lebih super lebih cerdas

  21. 29 squid 16 September 2009 pukul 22:13

    Nice interesting post, a good read, thanks.

  22. 30 HENDI 17 Oktober 2014 pukul 06:13

    Hal yang paling sulit dalam sebuah kehidupan adalah mengalahkan diri sendiri.

  23. 31 EKI SAPUTRA 11 Februari 2015 pukul 20:27

    Padahal tiap detik yang dimiliki oleh penderita kanker serviks amat berharga. Pengobatan kanker serviks harus dilakukan segera karena jika tidak bukan tidak mungkin kematian yang akan menghampiri. Mengobati kanker serviks dengan obat herbal seperti Sarang Semut juga layak dilakukan. Sarang Semut amat berkhasiat untuk memberantas selsel kanker serviks dan mencegahnya timbul kembali. Pengobatan kanker serviks wajib segera dilakukan saat ciri kanker serviks seperti yang disebutkan di atas mulai terlihat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SALAM

decib!
Semoga isinya bermanfaat bagi siapa saja yang berkunjung, dan memanfaatkan isinya.

KATEROGI POST

ARSIP POST

Share

Add to netvibes Subscribe in Bloglines
Add Abula45 | Pusat Informasi Digital to ODEO
Subscribe in podnova
I heart FeedBurner

Komunitas Blog

TopOfBlogs Technology
Bloggerian Top Hits DigNow.net
Indonesian Muslim Blogger
Yuk.Ngeblog.web.id

Statistik

  • 143,796 hits sejak 29 Nov. 2008

Twitter Update

Flickr Photos

Fast-flying Falcon

Reflection Perfection

sunset and fishing nets

Lebih Banyak Foto