Longsor atau gerakan tanah merupakan salah satu bencana geologis yang disebabkan oleh faktor-faktor alamiah maupun non alamiah. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Dampak dari bencana ini sangat merugikan, baik dari segi lingkungan maupun sosial ekonomi.
Pemetaan rawan longsor telah dilakukan oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk pulau Jawa, tetapi perlu dilakukan updating (pemutakhiran) terhadap peta yang dihasilkan karena kemungkinan adanya perubahan kondisi biofisik lahan. Updating dapat dilakukan berdasarkan survei lapangan yang diharapkan memberikan hasil yang sangat teliti.
Akan tetepi, hal tersebut tentu saja membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang cukup lama. Selain itu, pengamatan lapangan tidak selalu dapat menjangkau seluruh daerah yang akan dipetakan, misalnya daerah dengan kondisi wilayah yang sulit dijangkau. Salah satu alternatif untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan memanfaatkan data inderaja.
Mitigasi bencana longsor pada prinsipnya bertujuan untuk meminimumkan dampak bencana tersebut. Untuk itu kegiatan early warning (peringatan dini) bencana menjadi sangat penting. Peringatan dini dapat dilakukan antara lain melalui prediksi cuaca/iklim sebagai salah satu faktor yang menentukan bencana longsor.
Pemanfaatan data satelit khususnya untuk aplikasi data satelit untuk bencana geologi dihadapkan pada masalah pemilihan jenis data dan metode pengolahannya. Kebutuhan data dengan resolusi tinggi (spasial, spektral, temporal) perlu dikombinasikan menjadi suatu aplikasi komplementer, sehingga keunggulan masing-masing data dapat dimanfaatkan.
Khusus dalam aplikasi data ASTER (Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer), hingga saat ini telah banyak dilakukan riset untuk menyusun model pengolahan data bagi aplikasi bencana geologi. Namun, untuk penerapannya di Indonesia perlu dilakukan riset dengan cara mengkaji karakteristik band yang berhubungan dengan bencana geologi sehinga dapat disusun model pengolahan datanya untuk tujuan operasional.
Sementara itu data ALOS (Advanced Land Observing Satellite) adalah jenis data satelit yang masih relatif baru, meskipun sudah diluncurkan sejak Januari 2006, namun pemanfaatan datanya belum banyak dikaji secara intensif.









Saya tidak tahu apakah ini karena keserakahan atau memang sudah tidak ada lahan lagi yang bisa digunakan. Padahal setahu saya daerah Punclut, Dago Atas, Ciburial dan sekitarnya adalah daerah resapan air untuk Kota Bandung. Kalau pembangunan” di sana dilakukan terus menerus maka dapat dipastikan daya dukung lingkungan (carrying capacity) akan sangat berkurang dan bahkan pada saatnya nanti tidak mampu mendukung lagi perkembangan kota.
Dalam Islam sering kali disebut bahwa kefakiran (kemiskinan harta) akan mendekatkan pada kekafiran (penolakan hukum), namun sesungguhnya kefakiran itu wujudnya tidak selalu harta tapi juga nurani dan kebijaksanaan (wise), pada hakekatnya mereka yang serakah adalah orang yang fakir juga karena tidak pernah merasa kenyang dengan apa yang mereka peroleh.
Dan sesuai program pemerintah mari kita berantas kemiskinan yang tercermin dalam wajah kepapaan dan keserakahan.
Wassalam.
ketika manusia berlaku seenaknya
maka bencanalah jadinya
Dan ketika bencana terjadi, manusia itu baru menyadari kesalahannya.
[...] longsor, malah dikasih kaos gambar capres. Memangnya kaos bisa nyegah kecelakaan di jalan dan juga longsor,” kata [...]